Sebuah gejala yang menarik sedang terjadi di Indonesia. Banyak yang mengatakannya sebagai eforia politik, ada juga yang menyebutnya ‘aji mumpung’ atau anggapan-anggapan lainnya.
Yang pasti, faktanya memperlihatkan bahwa sejak gerakan reformasi berhasil menggulingkan Orde Baru dan perpolitikan di Indonesia beralih kembali menganut sistemmultipartai, banyak sekali partai baru yang bermunculan. Gejala ini menarik untuk dicermati dan menjadi sebuah kajian menarik.
Untuk itulah penulis akhirnya berniat menggeluti persoalan ini dengan melakukan banyak studi literatur, mengamati hal-hal yang terjadi dalam perpolitikan masa pascareformasi, mencari banyak masukan dari banyak pihak. Dan akhirnya, terbitlah buku ini.
Tampilkan postingan dengan label Buku Saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Saya. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Juli 2009
Marketing politik telah menjadi fokus perhatian banyak kalangan, tidak hanya antara akademisi maupun praktisi, tetapi juga antara politisi dengan marketer. Berada dalam persinggungan antara ilmu marketing dan politik membuat marketing-politik sarat dengan pro dan kontra. Buku ini berdiri di tengah-tengah pro dan kontra dan mencoba mengakomodasi keberatan dari setiap kubu.
Marketing politik telah dilakukan tidak hanya di negara maju seperti Amerika dan Eropa, tetapi kita juga dapat melihat fakta-fakta bahwa marketing-politik juga telah diterapkan di Indonesia. Marketing-politik dilihat sebagai kebutuhan ketimbang sebagai suatu polemik sosial dan politik.
Label:
Buku Saya
Langganan:
Postingan (Atom)
